TRIPLE "A" PLUS

TRIPLE "A" PLUS
Loading...

Sabtu, 15 Mei 2010

Kenali Istilah & Merk Dagang Pestisida

Aneka pestisida dengan berbagai merk dagang kerap membuat pehobi tanaman hias merasa kebingungan. Terkadang rasa bingung semakin diperparah dengan penawaran produk baru yang dilakukan oleh pelayan toko. Artikel berikut ini semoga bisa menjadi obat rasa bingung yang sering menjangkit ketika Anda hendak memilih pestisida.

Pestisida yang dijajakan di gerai umumnya memiliki kandungan aktif yang sama. Barang dagangan tersebut diperjualbelikan dengan merk dagang bermacam-macam. Akibatnya, banyak pestisida yang sebenarnay memiliki fungsi yang sama dijual dengan merek berbeda. Kondisi inilah yang sering membuat konsumen kebingungan.

Menurut jenis mahluk sasarannya, pestisida dibedakan menjadi beberapa golongan. Pestisida pembunuh tungau disebut akarisida. Contohnya yakni Kelthene MF dan Trition 4 E. Bakterisida berfungsi untuk membunuh bakteri. Misalnya Agrept, Agrimycin, Bacticin, Tetracyclin, Penisilin, Streptomycin. Sementara itu, fungisida adalah zat pembunuh jamur. Contohnya adalah Benlate, Dithane M-45, Antracol 70 WP, Cupravit OB 21, Delsene MX 200, Dimatan 50 WP.

Zat lain yang termasuk pestisida yaitu Herbisida. Zat ini bermanfaat untuk mengendalikan populasi tumbuhan penganggu alias gulma. Contohnya adalah Gramoxone, Basta 200 AS, Basafon 85 SP, esteron 45 P, dan Paraquat.

Insektisida adalah pestisida yang berfungsi untuk membunuh serangga. Contohnya adalah Thiodan, Carbofuran, dan Tamaron. Sedangkan Rodentisida adalah pestisida pembunuh tikus, Misalnya Racumin, Ratikus RB, Ratilan, dan Ratak.

Anda juga disarankan agar mengenal berbagai istilah dalam dunia pestisida. Berbagai formulasi dan cara pemakaian sering tertera dalam bentuk singkatan. Misalnya EC ( emulsifiable concentrate). Pestisida seperti ini diaplikasikan sebagai bentuk semprot. EC terdiri atas pestisida dalam pelarut organik ditambah dengan agensia emulsi. EC umumnya mengandung sat beracun sebesar 50%.

Singkatan lain yaitu WP (wettable powder). Berbentuk serbuk atau talk. WP mengandung zat beracun berkisar antara 50 – 85%. WP umumnya memiliki nama dagang MIPC.

Insektisida yang tidak dapat larut dalam air atau minyak sering disebut sebagai flowable atau F. Tipe ini berbentuk pasta. Salahsatu contohnya adalah Furadan F.

Pestisida berbentuk tepung yang dapat terlarut dalam air disebut sebagai water soluble powders atau disingkat SP. Sementarai itu, pestisida berbentuk konsentrat disebut sebagai ultra low volume atau disingkat ULV. Mengandung zat beracun dalam konsentrasi tinggi. Diaplikasikan langsung tanpa diencerkan dengan air. Pestisida juga sering dijajakan dalam bentuk granule atau G. Umumnya mengandung zat beracun berkisar antara 3 – 10%.

Tiap merk dagang, umumnya memiliki aturan pakai yang berlainan. Jadi disarankan agar Anda membaca aturan pakai terlebih dulu sebelum mengaplikasikan pestisida yang sudah Anda beli.

Semoga Anda kian bijak memilih dan menggunakan pestisida

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar